Obat Herbal Untuk Semua Jenis Penyakit
Penyakit Diabetes

Ternyata Penyakit Diabetes Itu Ada Obatnya Juga! Coba Lihat Apa Saja Obatnya!

Ternyata Penyakit Diabetes Itu Ada Obatnya Juga! Coba Lihat Apa Saja Obatnya!

Diabetes Melitus adalah jenis penyakit yang terjadi karena kelainan gula darah. Di mana hal ini bisa terjadi karena kadar gula dalam darah yang terlalu tinggi. Sehingga menyebabkan tubuh menjadi kekurangan insulin, atau insulin yang ada dalam tubuh menjadi tidak sempurna.

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa makanan yang kita makan sangat erat kaitannya dengan poduksi glukosa darah tersebut. Makanan yang dikonsumsi juga sangat berperan dalam merangsang pankreas memproduksi hormon insulin.

Insulin adalah hormon yang bertugas untuk merubah gula yang ada di dalam sel menjadi sebuah energi yang akan digunakan oleh tubuh, juga sebagai energi cadangan. Ketika glukosa dalam darah tidak mencukupi maka tubuh tidak bisa memproduksi hormon insulin dengan benar.

Biasanya ini terjadi pada orang dewasa yang sudah berusia 30 tahunan lebih. Di mana usia seperti itu sudah kurang beraktivitas dan bergerak, sehingga memicu diabetes melitus. Jika penderita diabetes melitus gagal menjalankan pengobatan non-farmakologis, maka dokter pada umumnya akan menyarankan mereka untuk mulai menggunakan pengobatan farmakologis.

Diabetes dan pengobatannya secara farmakologis sangat berbeda dengan pengobatan non-farmakologis. Pada pengobatan farmakologis ini, penderita diabetes melitus disarankan dokter untuk meminum berbagai macam jenis obat-obatan untuk membantu menormalkan kadar gula darah.

Ada beberapa jenis obat-obatan medis yang pada umumnya disarankan oleh dokter untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus yang gagal menggunakan pengobatan non-farmakologis. Berikut merupakan beberapa jenis obat medis yang digunakan pada pengobatan farmakologis penderita DM:

  1. Acarbose

Acarbose adalah obat medis yang dapat membantu memperlambat proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa di dalam tubuh. Obat jenis ini sangat cocok dikonsumsi bersamaan dengan obat jenis sulfonylurea dan juga insulin.

Obat jenis acarbose ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus yang memiliki kadar gula darah lebih dari 180 mg/dl dalam keadaan puasa. Obat ini sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita DM yang berusia dibawah 18 tahun.

  1. Sulfonylurea

Obat-obatan jenis sulfonylurea ini berfungsi untuk merangsang sel beta pankreas untuk memproduksi hormon insulin. Karena itulah, obat ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita DM yang belum mengalami kerusakan pada organ pankreasnya.

Obat ini biasanya diberikan dokter pada penderita DM tipe 2 yang memiliki berat badan normal. Selain itu, obat jenis ini juga sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi sebelum tidur. Karena jika dikonsumsi sebelum tidur akan beresiko menyebabkan hipoglikemia.

  1. Insulin

Suntikan insulin adalah obat medis yang biasanya disarankan untuk penderita DM tipe 1. Obat jenis ini sangat dibutuhkan oleh penderita DM tipe 1 karena organ pankreas penderita DM tipe 1 sudah tidak dapat lagi memproduksi hormon insulin.

Suntikan insulin sendiri bisa di dinding perut, lengan atas, maupun paha. Namun pada kasus khusus, suntikan insulin bisa diberikan di otot maupun pembuluh darah.

  1. Biguanid

Obat medis jenis biguanid memiliki fungsi untuk meningkatkan kepekaan sel tubuh dalam menerima glukosa dari hormon insulin. Obat jenis biguanid sangat cocok dikonsumsi oleh penderita DM tipe 2 yang mengalami masalah obesitas.

Obat jenis biguanid memiliki efek samping seperti gangguan pencernaan. Karena itu, sebaiknya konsumsi obat ini dalam dosis kecil terlebih dahulu. Obat jenis ini juga tidak disarankan untuk diminum oleh wanita hamil dan menyusui.

Banyak orang yang masih mempertanyakan mengenai penyakit diabetes dan pengobatannya terutama pengobatan suntikan insulin. Berikut adalah kondisi dimana penderita DM membutuhkan suntikan insulin:

– Penderita DM tipe 1.

– Penderita DM mengalami koma atau kondisi ketoasidosis.

– Penderita DM sudah mengalami komplikasi pembusukan pada kaki.

– Penderita DM gestasional yang pola makannya tidak terkontrol.

– Penderita DM yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.

– Penderita DM yang gagal menggunakan obat-obatan dalam bentuk tablet.

– Sudah mengalami komplikasi pada organ ginjal dan hati yang cukup parah.

Post Comment