Obat Herbal Untuk Semua Jenis Penyakit
Penyakit Tuberkulosis

Perawatan Penyakit Tuberkulosis!

Perawatan Penyakit Tuberkulosis!

Tuberkulosis adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang penyakit parenkim paru. Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksius yang menyerang paru-paru yang secara khas ditandai oleh pembentukan granuloma dan menimbulkan nekrosis jaringan. Penyakit ini bersifat menahun dan dapat menular dari penderita kepada orang lain.

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman tuberkulosis (Myobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang menular yang sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru. Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolosis.

Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain dari tubuh manusia, sehingga selama ini kasus tuberkulosis yang sering terjadi di Indonesia adalah kasus tuberkulosis paru.

Penyakit tuberkulosis biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mycobacterium Tubercolosis yang dilepaskan pada saat penderita batuk. Selain manusia, satwa juga dapat terinfeksi dan menularkan penyakit tuberkulosis kepada manusia melalui kotorannya.

Tuberkulosis adalah penyakit infeksius, yang terutama menyerang parenkim paru tuberkulosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya, termasuk meningens, ginjal, tulang, dan nodus limfe. Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan Indonesia, bahkan menjadi penyebab kematian utama dari golongan penyakit infeksi.

Asuhan Keperawatan Penyakit Tuberkulosis

  1. Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data ada urutan-urutan kegiatan yang dilakukan yaitu:

– Identitas klien

Nama, umur, kuman tuberkulosis menyerang semua umur, jenis kelamin, tempat tinggal (alamat), pekerjaan, pendidikan dan status ekonomi menengah kebawah dan satitasi kesehatan yang kurang ditunjang dengan padatnya penduduk dan pernah punya riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis patu yang lain.

– Riwayat penyakit sekarang

Meliputi keluhan atau gangguan yang sehubungan dengan penyakit yang di rasakan saat ini. Dengan adanya sesak napas, batuk, nyeri dada, keringat malam, nafsu makan menurun dan suhu badan meningkat mendorong penderita untuk mencari pengonbatan.

– Riwayat penyakit dahulu

Keadaan atau penyakit-penyakit yang pernah diderita oleh penderita yang mungkin sehubungan dengan tuberkulosis paru antara lain ISPA efusi pleura serta tuberkulosis paru yang kembali aktif.

– Riwayat penyakit keluarga

Mencari diantara anggota keluarga pada tuberkulosis paru yang menderita penyakit tersebut sehingga sehingga diteruskan penularannya.

– Riwayat psikososial

Pada penderita yang status ekonominya menengah ke bawah dan sanitasi kesehatan yang kurang ditunjang dengan padatnya penduduk dan pernah punya riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis paru yang lain.

  1. Pola fungsi kesehatan

– Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat

Pada klien dengan tuberkulosis paru biasanya tinggal didaerah yang berdesak – desakan, kurang cahaya matahari, kurang ventilasi udara dan tinggal dirumah yang sumpek.

– Pola nutrisi dan metabolik

Pada klien dengan tuberkulosis paru biasanya mengeluh anoreksia, nafsu makan menurun.

– Pola eliminasi

Klien tuberkulosis paru tidak mengalami perubahan atau kesulitan dalam miksi maupun defekasi.

– Pola aktivitas dan latihan

Dengan adanya batuk, sesak napas dan nyeri dada akan menganggu aktivitas.

– Pola tidur dan istirahat

Dengan adanya sesak napas dan nyeri dada pada penderita tuberkulosis paru mengakibatkan terganggunya kenyamanan tidur dan istirahat.

– Pola hubungan dan peran

Klien dengan tuberkulosis paru akan mengalami perasaan asolasi karena penyakit menular.

– Pola sensori dan kognitif

Daya panca indera (penciuman, perabaan, rasa, penglihatan, dan pendengaran) tidak ada gangguan.

– Pola persepsi dan konsep diri

Karena nyeri dan sesak napas biasanya akan meningkatkan emosi dan rasa kawatir klien tentang penyakitnya.

– Pola reproduksi dan seksual

Pada penderita tuberkulosis paru pada pola reproduksi dan seksual akan berubah karena kelemahan dan nyeri dada.

– Pola penanggulangan stress

Dengan adanya proses pengobatan yang lama maka akan mengakibatkan stress pada penderita yang bisa mengkibatkan penolakan terhadap pengobatan.

– Pola tata nilai dan kepercayaan

Karena sesak napas, nyeri dada dan batuk menyebabkan terganggunya aktifitas ibadah klien.

  1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik berdasarkan system-sistem tubuh:

– Sistem integumen

Pada kulit terjadi sianosis, dingin dan lembab, tugor kulit menurun.

– Sistem pernapasan

Pada sistem pernapasan pada saat pemeriksaan fisik akan dijumpai: inspeksi (adanya tanda-tanda penarikan paru, diafragma, pergerakan napas yang tertinggal, suara napas melemah); palpasi (fremitus suara meningkat); perkusi (suara ketok redup); dan auskultasi( suara napas brokial dengan atau tanpa ronki basah, kasar dan yang nyaring).

– Sistem pengindraan

Pada klien tuberkulosis paru untuk pengindraan tidak ada kelainan.

– Sistem kordiovaskuler

Adanya takipnea, takikardia, sianosis, bunyi P2 syang mengeras.

– Sistem gastrointestinal

Adanya nafsu makan menurun, anoreksia, berat badan turun.

– Sistem muskuloskeletal

Adanya keterbatasan aktivitas akibat kelemahan, kurang tidur dan keadaan sehari – hari yang kurang meyenangkan.

– Sistem neurologis

Kesadaran penderita yaitu komposments dengan GCS : 456.

– Sistem genetalia

Biasanya klien tidak mengalami kelainan pada genitalia.

Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Timbul

  1. Resiko tinggi infeksi dan penyebaran infeksi berhubungan dengan:

– Daya tahan tubuh menurun, fungsi silia menurun, sekret yang menetap.

– Kerusakan jaringan akibat infeksi yang menyebar.

– Daya tahan/ resistensi terhadap infeksi rendah.

– Malnutrisi.

– Terkontaminasi oleh lingkungan.

– Kurang pengetahuan tentang infeksi kuman.

  1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan adanya faktor resiko:

– Berkurangnya keefektifan permukaan paru, atelektasis.

– Kerusakan membran alveolar kapiler.

– Sekret yang kental.

– Edema Bronkial.

  1. Bersihan jalan nafas tak efektif berhubungan dengan:

– Sekresi yang kental, lengket dan berdarah.

– Lelah dan usaha batuk yang kurang.

– Edema trachea/larink.

  1. Kurangnya pengetahuan (kebutuhan Hygiene), tentang kondisi, pengobatan, pencegahan, berhubungan dengan:

Tidak ada yang menerangkan, interpretasi yang salah, terbatas pengetahuan/kognitif, tidak akurat, tidak lengkap imformasi yang didapat.

  1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan:

– Kelemahan.

– Batuk yang sering, adanya produksi sputum.

– Dispnea.

– Anorexia.

– Penurunan finansial /biaya.

Post Comment