Obat Herbal Untuk Semua Jenis Penyakit
Penyakit Tuberkulosis

Makalah Tentang Penyakit Tuberkulosis (Tbc)!

Makalah Tentang Penyakit Tuberkulosis (Tbc)!

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman mycrobacterium tuberculosis dimana dapat menyebabkan kerusakan terutama pada paru, menimbulkan gangguan batuk, sesak napas, bahkan dapat menyebar ke tulang, otak, dan organ lainnya. Bila dibiarkan, kuman ini dapat menggerogoti tubuh dan menyebabkan kematian.

Di Indonesia, penyakit tuberkulosis adalah infeksi saluran napas yang paling sering terjadi dibandingkan dengan penyakit infeksi lainnya. Jumlah penderita penyakit tuberkulosis yang semakin banyak sering terjadi karena keterlambatan diagnosa dan tidak patuh menjalani pengobatan yang sudah dianjurkan akan menyebabkan penularan penyakit tuberkulosis dari satu orang ke lingkungannya.

Gejala Penyakit Tuberkulosis

Gejala-gejala umum yang terjadi pada orang yang terinfeksi tuberculosa paru adalah batuk lebih dari 4 minggu yang tidak sembuh degan obat batuk, demam lebih dari satu bulan, nyeri dada, sesak nafas, keringat malam tanpa kegiatan, penurunan berat badan, nafsu makan berkurang serta sering terasa kelelahan.

Sedangkan gejala dari penderita yang terinfeksi tuberculosa di luar paru-paru secara umum adalah penurunan berat badan, demam dan keringat malam tanpa kegiatan.

Gejala utama pasien tuberkulosis adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, nafsu makan menurun, malaise, berkeringan malam tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan.

Etiologi Penyakit Tuberkulosis

Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman yang berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4 µm dan tebal 0,3-0,6 µm dan digolongkan dalam basil tahan asam (BTA).

Patofisiologi Penyakit Tuberkulosis

Individu rentan yang menghirup basil tuberculosis dan terinfeksi. Bakteri dipindahkan melalui jalan nafas ke alveoli untuk memperbanyak diri, basil juga dipindahkan melalui system limfe dan pembuluh darah ke area paru lain dan bagian tubuh lainnya.

Sistem imun tubuh berespon dengan melakukan reaksi inflamasi. Fagosit menelan banyak bakteri, limfosit specific tuberculosis melisis basil dan jaringan normal, sehingga mengakibatkan penumpukkan eksudat dalam alveoli dan menyebabkan bronkopnemonia. Massa jaringan paru/granuloma (gumpalan basil yang masih hidup dan yang sudah mati) dikelilingi makrofag membentuk dinding protektif.

Granuloma diubah menjadi massa jaringan fibrosa, yang bagian sentralnya disebut komplek Ghon. Bahan (bakteri dan makrofag) menjadi nekrotik, membentuk massa seperti keju. Massa ini dapat mengalami klasifikasi, membentuk skar kolagenosa. Bakteri menjadi dorman, tanpa perkembangan penyakit aktif.

Individu dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau respon inadekuat sistem imun, maupun karena infeksi ulang dan aktivasi bakteri dorman. Dalam kasus ini tuberkel ghon memecah, melepaskan bahan seperti keju ke bronki. Bakteri kemudian menyebar di udara, mengakibatkan penyebaran lebih lanjut. Paru yang terinfeksi menjadi lebih membengkak mengakibatkan bronkopnemonia lebih lanjut.

Cara Penularan Penyakit Tuberkulosis

Cara penularan tuberkulosis paru melalui percikan dahak (droplet) sumber penularan adalah penderita tuberkulosis paru BTA (+), pada waktu penderita tuberkulosis paru batuk atau bersin. Droplet yang mengandung kuman tuberkulosis dapat bertahan di udara selama beberapa jam, sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak.

Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan, sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman, percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab.

Orang dapat terinfeksi kalau droplet tersebut terhirup kedalam saluran pernafasan. Setelah kuman tuberkulosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, kuman tuberkulosis tersebut dapat menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran nafas atau penyebaran langsung ke bagian tubuh lainnya.

Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahaknya maka makin menular penderita tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahaknya negatif maka penderita tersebut dianggap tidak menular.

Cara Mencegah Penyakit Tuberkulosis

Walau bagaimanapun, mencegah itu jauh lebih baik ketimbang mengobati. Sebelum kita atau keluarga kita terkena penyakit yang satu ini, sebaiknya kita mencegahnya sejak dini.

Cara mencegah tuberkulosis yaitu:

– Untuk penderita tuberkulosis, jemurlah tempat tidur di panas matahari langsung.

– Rajin berolahraga juga dapat meningkant sistem imunitas tubuh kita.

– Atur pola makan dan tidur cukup agar tubuh selalu fit, serta sebisa mungkin hindari rokok.

– Untuk penderita tuberkulosis jangan meludah, batuk atau bersih disembarang tempat agar tidak menularkan kepada orang lain.

– Usahakan agar kamar kita atau penderita tuberkulosis terkena sinar matahari langsung, karena sinar matahari akan membunuh bakteri-bakteri tuberkulosis yang tersebar.

– Meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bernutrisi.

– Menghindari kontak langsung dengan penderita tuberkulosis.

– Untuk bayi, jangan pernah melewatkan imunisasi BCG, ini penting untuk mencegah dari terserangnya penyakit tuberkulosis di kemudian hari.

Post Comment