Obat Herbal Untuk Semua Jenis Penyakit
Penyakit Tuberkulosis

Inilah Gejala Penyakit Tuberkulosis Pada Bayi!

Inilah Gejala Penyakit Tuberkulosis Pada Bayi!

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan bekateri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini tidak hanya dapat menyerang orang dewasa, tetapi juga balita. Bakteri ini bersifat sistemik atau yang dapat menyerang hampir seluruh organ vital seorang individu. Tidak hanya menyerang paru, virus tuberkulosis dapat menyerang ginjal juga otak.

Penyakit ini menyerang balita melalui doplet atau air udara dari penderita tuberkulosis yang terbawa keluar ketika mereka berbicara, batuk juga bersin. Meskipun disebabkan bakteri yang sama, penanganan tuberkulosis paru pada bayi dan dewasa memiliki prosedur yang berbeda.

Pada tahun 1992, WHO mengklasifikasikan tuberculosis sebagai Global Emergency atas angka kematian yang disebabkannya. Di Negara kita, Indonesia, tuberculosis juga merupaka penyakit yang telah lama menjadi momok mematikan. Indonesia sendiri menempati peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita tuberkulosis.

Gejala Penyakit Tuberkulosis Pada Bayi

Menginfeksi orang dewasa, virus tuberculosis ditularkan pada balita usia di bawah 1 tahun. Gejala dan penanganan tuberkulosis paru pada bayi memiliki prosedur yang relatif berbeda dengan penanganan yang diberikan pada orang dewasa. Berikut ini adalah gejala bayi yang terserang tuberkulosis antara lain, adalah:

– Berat badan turun drastis selama kurun waktu 3 bulan berturut-turut. Kondisi tersebut terus berlanjut bahkan ketika bayi telah mendapatkan penanganan gizi yang baik.

– Nafsu makan menurun.

– Anak dengan tuberkulosis paru biasanya mengalami pembengkakan kelenjar limfa superfisialis.

– Batuk lebih dari 3 minggu.

– Tanda cairan di dada.

– Demam lama dan berulang tanpa sebab yang jelas serta selalu mengeluarkan kerinat dingin pada malam hari.

Penanganan Penyakit Tuberkulosis Pada Bayi

Penanganan tuberkulosis paru pada bayi dapat dilakukan dengan melakukan terapi tuberkulosa. Terapi tuberkulosa dapat dilakukan pada penderita tuberculosis yang masih bersifat peka terhadap obat. Tanpa terapi tuberkulosa, tuberkulosis paru dapat berakibat pada kematian pada si penderita di 5 tahun pertama terjangkit penyakit tersebut.

Selain terapi tuberkulosa, orang tua dapat memberikan obat-obatan yang dapat melemahkan bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Obat yang digunakan untuk penanganan tuberkulosis paru pada bayi dapat digolongkan menjadi 2 kelompok, obat primer dan obar sekunder. Masing-masing kelompok obat terdiri dari berbagai jenis, yaitu:

– Obat primer: INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid.

Obat primer ini adalah obat-obatan yang diberikan kepada penderita tuberculosis paru selama 6 hingga 9 bulan masa penyembuhan. Penderita dengan tingkat toksisitas yang masih relative rendah masih bisa disembuhkan dengan obat-obatan ini.

– Obat sekunder: Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapremosin, dan Kanamisin.

Sedangkan dalam pemberian obat di atas, penanganan tuberkulosis paru pada bayi menggunakan dua jenis dosis di bawah ini:

– 2HR/7H2R2: INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).

– 2HRZ/4H2R2: INH+Rifampisin+Pirazinamid: setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).

Cara Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Pada Bayi

Vaksin BCG mengandung kuman Baccile calmette Guerin yang dibuat dari bibit penyakit/ kuman hidup yang sudah dilemahkan. Manfaat imunisasi Vaksin BCG adalah untuk mencegah seseorang terkena penyakit tuberkulosis (tuberkulosis).

Imunisasi BCG merupakan salah satu jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi. Tujuan imunisasi BCG tidak untuk mencegah tuberkulosis tetapi mengurangi risiko tuberkulosis berat seperti tuberkulosis meningitis dan tuberkulosis miliar.

Bakteri penyebab tuberculosis ini sangat mudah menular melalui udara pernafasan. Penyakit ini menimbulkan gejala antara lain batuk yang sulit sembuh disertai kesulitan bernafas, demam tinggi, berkeringat dan nafsu makan sangat rendah. Tuberkulosis dapat menyebabkan kematian.

Dosis BCG yang diberikan

Vaksin BCG diberikan pada bayi berumur kurang dari atau sama 2 bulan secara suntik intrakutan di daerah insersio muskulus deltoideus kanan, dosis untuk bayi umur kurang 1 th 0,05 ml dan anak umur 5 th dosisnya 0,10 ml.

Efek proteksi terjadi 8-12 minggu setelah penyuntikan dan vaksin ini tidak boleh terkena sinar matahari disimpan pada suhu 2-8 C, tidak boleh beku serta vaksin yang telah diencerkan harus dibuang dalam 8 jam.

Sebelum penyuntikan vaksin ini harus dilarutkan terlebih dahulu dengan 4cc pelarut/ NaCl 0,9%. Sudah terjangkit penyakit tuberkulosis atau tidak, apabila positif (+) tidak perlu diberikan inumisasi karena kekebalan yang diperoleh anak tidak 100 %. Imunisasi BCG tidak dapat menjamin 100% anak akan terhindar penyakit tuberkulosis.

Tetapi, seandainya bayi yang telah diimunisasi BCG terjangkit tuberkulosis, maka ia hanya akan menderita penyakit tuberkulosis ringan, tidak tuberkulosis berat seperti tuberkulosis tulang dan tuberkulosis selaput otak.

Imunisasi yang diberikan pada anak umur diatas 2 bulan harus dilakukan tes mantouk terlebih dahulu , untuk mengetahui apakah anak sudah menderita tuberkulosis apa tidak. Pada imunisasi BCG, umumnya jarang dijumpai efek samping. Memang, kadang terjadi pembengkakan kelenjar getah bening setempat yang terbatas, tapi biasanya sembuh dengan sendirinya walaupun lambat.

Post Comment