Obat Herbal Untuk Semua Jenis Penyakit
Penyakit Tuberkulosis

Diagnosis Penyakit Tuberkulosis Dari Dokter!

Diagnosis Penyakit Tuberkulosis Dari Dokter!

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis.

Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi Tuberkulosis aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.

Infeksi Tuberkulosis umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman Tuberkulosis akan “tertidur”.

Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman Tuberkulosis akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi Tuberkulosis (menjadi ‘Tuberkulosis aktif’) atau dapat juga mengakibatkan kuman Tuberkulosis yang “tertidur” di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi Tuberkulosis yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati.

Padahal, penderita Tuberkulosis paru dapat dengan mudah menularkan kuman Tuberkulosis ke orang lain dan kuman Tuberkulosis terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.

Gejala Penyakit Tuberkulosis

Bagi seseorang yang terserang bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti akan meraskan demam yang terlalu tinggi, dan disertai dengan influenza yang bersifat hilang timbul.

Selain itu juga akan disertai dengan penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu hingga dapat disertai dengan darah. Nah berikut ini merupakan gejala umum yang sering terjadi pada pederita penyakit Tuberkulosis.

– Batuk hingga lebih dari 3 bulan dan dahak bercampur darah/batuk darah.

– Sesak nafas atau sering merasa nyeri pada dada.

– Berkeringat pada malam hari.

– Mengalami penurunan nafsu makan secara drastis

– Sering mudah demam dan badan mudah lemas.

Diagnosis Penyakit Tuberkulosis

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan keluhan dan mencatat riwayat kesehatan Anda. Kemudian dokter akan memeriksa kondisi fisik guna mendeteksi apakah ada pembengkakan kelenjar getah bening. Kondisi paru-paru juga akan diperiksa dengan stetoskop agar dokter dapat mendengar bunyi napas Anda.

Apabila terdapat kemungkinan Anda mengidap Tuberkulosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan yang lebih mendetail untuk memastikan diagnosis. Jenis-jenis pemeriksaan tersebut meliputi:

  1. Tes Mantoux atau Tuberculin Skin Test

Tes Mantoux umumnya digunakan untuk menguji keberadaan Tuberkulosis laten. Dalam tes ini, dokter akan menyuntikkan substansi tuberkulin PPD ke lapisan kulit dan memantau reaksi kulit dalam 2 hingga 3 hari.

Ukuran pembengkakan pada bagian yang disuntik akan mengindikasikan kemungkinan Anda menderita Tuberkulosis. Jika seseorang mengalami infeksi Tuberkulosis yang aktif, reaksi kulit akan lebih signifikan.

Berbeda dengan orang yang telah menerima vaksin Tuberkulosis, dia hanya akan mengalami reaksi kulit yang tergolong ringan. Tetapi ini bukan berarti Anda pasti mengalami Tuberkulosis laten.

  1. Pemeriksaan Sampel Dahak

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek keberadaan basil Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan sampel dahak juga bisa digunakan untuk menguji basil Tuberkulosis yang resistan atau sensitif terhadap antibiotik tertentu.

  1. X-ray

Apabila Anda mengidap Tuberkulosis, foto hasil tes akan menunjukkan perubahan pada paru-paru yang khas untuk Tuberkulosis. Langkah ini biasanya dilakukan sebelum pemeriksaan lainnya.

  1. CT scan

Jika dibutuhkan pencitraan yang lebih mendetail atau ada kecurigaan penyebaran Tuberkulosis ke jaringan tubuh lain, barulah prosedur CT scan dijalankan.

  1. Tes Darah IGRA (Interferon gamma release assay)

IGRA dapat digunakan untuk mendeteksi tuberkulosis aktif dan laten. Tes ini akan memeriksa reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap basil Tuberkulosis.

Post Comment