Obat Herbal Untuk Semua Jenis Penyakit
Penyakit Tuberkulosis

Contoh Makalah Tentang Penyakit Tuberkulosis Paru!

Contoh Makalah Tentang Penyakit Tuberkulosis Paru!

Tuberkulosis paru adalah penyakit radang parenkim paru karena infeksi kuman mycrobacterium tuberculosis. Tuberkulosis paru termasuk suatu pneumonia, yaitu pneumonia yang disebabkan oleh M. tuberculosis.

Tuberkulosis paru mencakup 80% dari keseluruhan kejadian penyakit tuberculosis, sedangkan 20% selebihnya merupakan tuberculosis ekstrapulmonar. Diperkirakan bahwa 1/3 penduduk dunia pernah terinfeksi kuman M. tuberculosis. Penyakit tuberkulosis paru-paru ditularkan melalui sekresi pernapasan yang dihembuskan penderitanya kemudian diisap oleh orang lain.

Umumnya mereka yang tinggal dikawasan kumuh yang penuh sesak dan ventilasi rumahnya buruk beresiko tinggi terjangkit penyakit ini. Penyakit ini juga lebih banyak menyerang kaum pria daripada wanita.

Pada dasarnya penularan tuberkulosis tidak semudah yang dibayangkan. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri tuberkulosis dapat langsung sakit. Bakteri yang berada di udara bisa bertahan berjam-jam sebelum akhirnya terhirup.

Ketika terhirup, tubuh yang memiliki sistem imun yang kuat akan segera membunuh bakteri yang masuk. Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penularan tuberkulosis adalah mereka yang sering bertemu atau berdiam di tempat yang sama dengan penderita, seperti keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas.

Ketika terhirup dan sistem imun tidak berhasil menyingkirkan bakteri, maka bakteri akan berdiam di paru-paru. Pada kebanyakan kasus, bakteri yang terhirup akan berdiam di paru tanpa menimbulkan penyakit atau menginfeksi orang lainnya. Bakteri tetap ada di tubuh sambil menunggu saat yang tepat untuk menginfeksi, yaitu ketika daya tahan tubuh sedang rendah.

Gejala Penyakit Tuberkulosis Paru

Berikut gejala-gejala awal serangan penyakit tuberkulosis paru:

– Sering mengeluarkan keringat dingin di malam hari.

– Saat batuk disertai rasa nyeri di dada dan sesak napas, meskipun hanya sedikit rasa nyeri.

– Daya tahan tubuh turun dratis dan sangat lemah.

– Sering batuk batuk baik siang maupun malam hari, namun intensitas batuk di malam hari lebih sering dari pada saat siang hari.

– Pada masa inkubasi (serangan penyakit) kadang disertai dengan demam tidak tinggi, namun kadang juga tanpa demam. Namun saat positif terkena infeksi tuberkulosis paru-paru perasaan demam menjadi lebih sering.

Penularan Penyakit Tuberkulosis Paru

Sumber penularan adalah penderita tuberkulosis BTA positif. Pada waktu batuk atau bersin, penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama.

Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan, sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab.Daya penularan seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya.

Faktor yang kemungkinkan seseorang terpajan kuman tuberkulosis ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara Risiko tertular tergantung dari tingkat pajanan dengan percikan dahak.

Penderita tuberkulosis paru dengan BTA positif memberikan kemungkinan risiko penularan lebih besar dari penderita tuberkulosis paru dengan BTA negatif. Risiko penularan setiap tahunnya di tunjukkan dengan Annual Risk of Tuberculosis tahun. ARTI sebesar 1%, berarti 10 (sepuluh) orang diantara 1000 penduduk terinfeksi setiap tahun.

Mencegah Penyakit Tuberkulosis Paru

  1. Hindari terkena bersin dan batuk penderita

Karena penularan dari tuberkulosis melalui udara, maka usahakan anda tidak terkena bersin dan batuk – batuk yang berasal dari penderita. Sebab virus dan bakteri bisa menulari kita melalui hal tersebut. Usahakan penderita juga bersin dan batuk di sebelah tempat yang tidak ada orangnya. Atau batuk dan bersin dengan menutupi dengan menggunakan tissu.

  1. Jaga jarak dengan penderita

Cara yang bisa di lakukan adalah menjaga jarak dengan penderita. Sebab penderita tuberkulosis akan menulari orang lain melalui udara. Untuk itu menjaga jarak agar tidak tertular menjadi penting. Apalagi tuberkulosis di sebabkan karena pengaruh bakteri yang menginfeksi pada bagian paru-paru penderita.

  1. Makan makanan yang sehat dan bergizi

Cara lain yang bisa di lakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Penuhi kebutuhan tubuh dan gizinya. Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Hal ini akan membantu kesehatan organ tubuh anda. Selain tu makan makanan sehat juga membuat tubuh anda semakin kebal dengan penyakit.Berikut ada ciri ciri makanan sehat

  1. Istirahat cukup

Usahakan anda selalu mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Tidak melakukan begadang atau tidur larut malam untuk hal-hal yang kurang berguna. Bergegaslah tidur malam hari. Penuhilah waktu tidur sekitar 6 jam sehari. Hal ini akan membuat tubuh anda menjadi lebih fresh dan siap untuk menghadapi hari selanjutnya.

  1. Jangan menggunakan alat makan yang sama dengan penderita

Untuk menghindari terkena virus yang di sebabkan karena tuberkulosis, sebaiknya anda menghindari menggunakan alat makan yang sama dengan penderita. Bekas air liur yang di hasilkan penderita bisa menulari anda. Untuk itu, cucilah bersih setiap alat makan yang sudah di gunakan oleh penderita.

  1. Gunakan masker untuk pencegahan

Selain itu, anda juga bisa menggunakan masker sebagai bentuk pencegahan yang di lakukan. Masker ini di gunakan untuk menghindari kontak udara langsung yang bisa menyebabkan virus dan bakteri tuberkulosis masuk ke dalam tubuh anda. Untuk pengamanan, anda bisa menggunakan masker yang sekali pakai lalu di buang.

  1. Jangan lakukan hal yang berat

Untuk merawat kesehatan tubuh anda, bisa melakukan aktivitas yang ringan. Hindari untuk melakukan aktivitas yang berat. Hal ini bisa membuat tubuh anda lebiha awet. Apalagi untuk kesehatan tulang dan persendian.

  1. Jika merasa sakit, sebaiknya berada di dalam rumah

Jika anda merasa tubuh anda sakit atau kondisinya tidak enak, lebih baik untuk tetap berada di dalam rumah. Jangan pergi keluar dahulu. Perbaiki kondisi badanmu agar membaik. Lakukanlah kegiatan yang sederhana saja. Atau hanya melakukan aktivitas yang harus di lakukan hari ini juga. Jika memang sudah baik, anda bisa keluar rumah lagi.

Pengobatan Penyakit Tuberkulosis Paru Secara Alami

Beberapa jenis bahan alami yang tersedia di sekitar kita, dapat dijadikan sebagai obat alami untuk menyembuhkan penyakit tuberkulosis paru. Berikut ini cara menggunakan bahan alami sebagai obat tuberkulosis paru:

  1. Biji pronowijo

Seduh 3/4 sdt bubuk biji pronowijo bersama 1,5 cangkir air panas. Tambahkan 1 sdm madu murni, minum selagi hangat di pagi, siang, dan malam hari.

  1. Bunga Tembelekan

Ambil 6-10 gram bunga tembelekan bersama 3 gelas air. Biarkan mendidih dan airnya tersisa setengah bagian dari semula. Setelah airnya menjadi dingin, saring dan minum untuk 3 kali dalam sehari.

  1. Kembang sepatu

Cuci 3 kuntum bunga sepatu, kemudian tumbuk hingga lembut. Tambahkan 1/2 cangkir air masak, kemudian peras dan saring. Campur airnya dengan 1 sdm madu murni, minum 3 kali sehari.

  1. Umbi bambu tali

Untuk mengobati batuk darah, salah satu obat tradisional yang sering digunakan adalah umbi bambu tali. Tanaman ini banyak tumbuh di Korea dan China. Cara menggunakannya tidaklah sulit. Rebus 6-12 gram umbi bambu tali yang sudah kering, bersama 1,5 gelas air. Ketika airnya masih hangat, minum. Ulangi pengobatan di pagi dan sore hari.

  1. Daun legundi

Rebus 3/5 genggam daun legundi, bersama 3 gelas air. Tunggu hingga airnya tersisa ¾ gelas saja. Tambahkan madu murni, kemudian minum ramuan ini setelah disaring dan air menjadi dingin. Minum 3 kali dalam sehari. Daun legundi juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit beri-beri.

  1. Getah bambu

Getah yang diperoleh dari pohon bambu secara empiris diyakini mampu mengobati berbagai jenis batuk. Pengobatan dilakukan selama kurang lebih 6 bulan.

Caranya, pilih bambu tali yang umurnya tidak terlalu tua maupun muda. Potong pucuk bambu tersebut, kemudian bungkus dengan plastik. Lakukan cara ini saat sore hari. Selanjutnya, ambil getah bambu saat matahari bersinar di pagi hari. Minum 3 gelas airnya setiap hari.

Post Comment