Obat Herbal Untuk Semua Jenis Penyakit
Penyakit Tuberkulosis

Apakah Ada Tanda Gejala Penyakit Tuberkulosis Pada Anak?

Apakah Ada Tanda Gejala Penyakit Tuberkulosis Pada Anak?

Tuberkulosis pada anak terjadi karena anak menghirup bakteri Mycobacterium tuberculosis yang terbang di udara. Bakteri tersebut kemudian berdiam di paru-paru dan berkembang. Perkembangan bakteri ini memungkinkannya untuk menjalar ke bagian tubuh yang lain, seperti tulang belakang, ginjal, bahkan otak.

Anak-anak yang terkena tuberkulosis kemungkinan besar tidak tertular dari teman-temannya yang sebaya, melainkan dari orang dewasa yang sudah mengidap penyakit tersebut. Ketika orang dewasa yang sudah mengidap tuberkulosis batuk atau bersin, bakteri turut menyebar ke udara. Pada saat itulah terbuka kesempatan bagi anak-anak yang berada di sekitar.

Penyakit tuberkulosis bisa menyebabkan kematian jika tidak mendapatkan perawatan. Namun karena gejala yang sering tidak jelas maka tuberkulosis biasanya baru diketahui setelah beberapa lama. Berikut ini adalah beberapa gejala tuberkulosis pada anak yang paling mudah ditandai:

  1. Batuk berdarah

Hemoptisis atau batuk berdarah bisa menjadi gejala yang sangat jelas ketika anak sudah terkena tuberkulosis. Namun biasanya gejala ini membutuhkan waktu agak lama setelah batuk persisten tidak mendapatkan perawatan atau dirawat namun tidak sembuh.

Batuk berdarah bisa menyebabkan anak-anak merasa sangat sakit terutama pada bagian dada. Nyeri dada terjadi akibat paru-paru kurang oksigen, infeksi yang menyebabkan gangguan paru-paru dan juga pendarahan dalam organ pernafasan.

  1. Anak menjadi sangat lemah

Tuberkulosis bisa menyebabkan tubuh anak menjadi sangat lemah. Biasanya disertai dengan tubuh anak yang mudah lesu, tidak bersemangat dan juga tidak senang bermain. Ini berbeda dengan anak yang sehat dan sangat aktif untuk bermain atau belajar. Gejala awal ini bisa disertai dengan batuk atau tidak, namun biasanya bakteri sudah menyebabkan infeksi lama pada tubuh anak.

  1. Berat badan terus menurun

Anak dengan tuberkulosis juga bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis. Meskipun anak makan dengan baik namun tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. Bakteri yang sudah menyerang tubuh anak menyebabkan anak tidak bisa menerima nutrisi dengan baik.

Jika terjadi pada anak-anak dibawah umur lima tahun maka bisa menyebabkan tubuh anak sangat kurus, kemungkinan kurang gizi, dan kegagalan pertumbuhan. Bahkan setelah diobati maka pertumbuhan anak masih sangat sulit untuk kembali seperti semula. (baca: penyakit akibat kekurangan gizi pada bayi)

  1. Demam

Demam juga bisa terjadi pada anak yang menderita tuberkulosis. Demam disebabkan karena bagian tubuh anak sudah mengalami infeksi dari bakteri penyebab tuberkulosis. Jika tuberkulosis masih menyerang pada bagian paru-paru maka batuk lama bisa membuat demam menjadi lebih parah.

Kemudian kondisi demam bisa hilang sendiri dengan bantuan obat penurun panas atau dengan cara mengatasi demam pada anak dan cara menurunkan panas pada anak. Namun selama bakteri bertahan dalam tubuh anak maka demam bisa sering kambuh. Demam jika tidak diatasi bisa menyebabkan kejang demam pada anak.

  1. Mengeluarkan keringat pada malam hari

Penyakit tuberkulosis yang menyerang anak-anak bisa menyebabkan keluar keringat dingin pada malam hari-hari. Kondisi ini bisa terjadi saat anak sedang demam atau tidak demam sama sekali. Keringat dingin pada malam hari disebabkan karena infeksi dan perubahan sistem dalam tubuh anak. Gejala ini sering diabaikan karena anak pada umumnya akan terlihat biasa pada siang hari.

  1. Anak mudah murung dan marah

Anak yang terkena tuberkulosis juga bisa menjadi mudah marah dan sangat murung. Tidak diketahui pasti penyebab anak menjadi sangat rewel, namun kondisi tubuh bisa mempengaruhi suasana hati anak menjadi tidak nyaman. Anak merasa sakit pada tubuhnya termasuk dengan batuk atau tidak.

Anak bayi bahkan bisa menjadi sangat rewel seperti bayi menangis terus menerus akibat penyebab bayi menangis terus. Sementara anak yang lebih besar akan kehilangan banyak aktifitas dibanding anak seusianya. Kondisi ini bisa lebih buruk untuk anak hiperaktif dan tantrum.

  1. Tidak nafsu makan

Anak yang terkena tuberkulosis juga bisa mengalami hal yang tidak menyenangkan pada pencernaan. Kemudian mereka menjadi tidak nafsu makan. Atau bahkan sama sekali tidak mau minum susu. Hal ini sering disebabkan karena tubuh tidak nyaman, sakit dan perasaan tidak lapar secara terus menerus.

Jika terus terjadi seperti ini maka anak menjadi sangat lemah dan juga berat badan menurun dengan cepat. Ketika ada gejala seperti ini maka bisa dilakukan dengan cara mengatasi anak susah makan dan diberikan vitamin untuk anak susah makan.

  1. Pembengkakan kelenjar getah bening

Gangguan sistem metabolisme dalam tubuh anak menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar pada tubuh anak. Kelenjar memiliki fungsi untuk menangkal semua sumber infeksi termasuk bakteri.

Kemudian mereka bekerja keras ketika ada infeksi dengan membuat sel darah putih dalam tubuh menjadi lebih tinggi. karena kelenjar bekerja secara aktif maka bisa menyebabkan pembengkakan. Bengkak pada kelenjar dibagian tenggorokan bisa membuat anak sulit untuk makan dan minum dengan baik.

  1. Sesak nafas

Karena kondisi batuk persisten yang sangat parah maka bisa menyebabkan anak-anak mengalami gangguan pernafasan. Hal ini sering ditandai dengan anak yang sulit untuk bernafas dengan baik. Sesak nafas ini menyebabkan anak kehilangan sistem yang baik dalam tubuh termasuk kekurangan oksigen.

Hal ini bisa berpengaruh untuk semua sistem tubuh sehingga anak menjadi lebih lemah. Kemudian bisa dicurigai terjadi infeksi yang lebih buruk pada sistem pernafasan anak.

  1. Tubuh sangat lemah

Ketika tuberkulosis sudah menyebabkan gangguan yang buruk termasuk menyerang organ tubuh lain dan otak maka anak bisa menjadi sangat lemah. Anak tidak akan mau bangun dari tempat tidur karena sudah terlalu lemah dan sakit.

Namun dalam kondisi seperti ini biasanya batuk sudah menjadi sangat parah sehingga anak benar-benar kehilangan daya tahan tubuh. Tubuh yang lemah ini sangat berbeda dengan tanda-tanda anak cacingan.

  1. Gangguan otak

Anak yang sudah terkena tuberkulosis parah dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka bisa menerima gangguan otak. Hal ini disebabkan karena tuberkulosis paru sudah berkembang menjadi tuberkulosis meningitis yang menyerang bagian otak dan semua sistem syaraf pusat otak. Kondisi ini sulit untuk diobati sehingga anak bisa membutuhkan perawatan yang sangat lengkap di rumah sakit.

  1. Nyeri pada semua bagian tubuh

Tuberkulosis bisa menyebabkan tubuh anak menjadi sangat lelah dan sakit pada semua bagian. Rasa sakit bisa dideskripsikan sebagai perasaan nyeri yang tidak bisa ditahan.

Jika kondisi sudah seperti ini maka beberapa bagian tubuh anak menjadi lemah dan mereka mungkin akan merasa sakit saat beberapa bagian tubuhnya disentuh. Ketika menyerang anak dibawah umur lima tahun maka anak menjadi sangat rewel dan mudah menangis.

  1. Batuk

Batuk menjadi gejala tuberkulosis yang paling sering terjadi pada anak-anak. Batuk akibat tuberkulosis bisa berbeda dengan jenis batuk akibat flu, pilek atau masuk angin pada anak-anak. Batuk tuberkulosis bisa terjadi karena bakteri sudah menyebabkan infeksi pada bagian paru-paru anak.

Kemudian batuk biasanya memiliki karakter yang basah dan bertahan lebih dari 21 hari. Ini berbeda dengan batuk yang sering terjadi pada anak atau bayi yang pilek yang mudah diobati dengan obat pilek bayi dan cara mengatasi pilek pada bayi.

Post Comment